September 29, 2022

WE MUST TALK

literaturcorner.com -Selamat malam temen-temen online. Sebelumnya mau minta maaf lahir batin dulu kepada kalian para pembaca. Mohon maaf lahir dan batin ya semuanya, semoga sehat selalu di manapun itu. Apa yang dikerjakan lancar. Pokoknya yang baik-baik semuanya semoga nempel di diri para pembaca (jika ada si hahah).

We must talk, gampang memang, apalagi jika sekadar ngucap tok. Tapi by the way kalian suka sensasi nggak si? Terserah mau sensasi lagi jatuh cinta, jatuh bangun dari lantai ke berapa, jatuh dari tangga dan jatuh jatuh lainnya. Cuma mau bilang, sensasinya luar binasa kan, ya? Kalian kalo ngerasain berarti kalian hebat. Tuhan ngasih sensasi itu ke kalian, bukan orang lain. Spesial banget. Coba inget kembali, sensasi apa yang udah pernah kalian lakukan, inget baik-baik dan rasakan sampai saat ini bahwa kalian bisa melaluinya. Right? Kalian hebat loh! Jadi jangan ngerendah dengan diri kalian sendiri.

We must talk di sini lebih spesifik ke diri kita sendiri sebenarnya. Kita bicara sendiri, didengar oleh kita sendiri, yang ngasih apresiasi juga kita sendiri. Mandiri banget emang! Kadang datang masanya di mana kalian jatuh sejatuh-jatuhnya, dibawah paling rendah serendah-rendahnya. Dalam posisi seperti ini siapa yang paling berperan banyak dengan kondisi beberapa saat setelahnya? Ayo jawab dalam diri kalian sendiri-sendiri! satu, dua, tiga. Oke jawaban disimpan. Nggak ada yang salah memang jika kalian jawab support system apalagi jika kalian perempuan. No, tidak ada yang salah. Diri kalian milik kalian sendiri, yang bisa menyelesaikan juga kalian sendiri.

Walaupun back-up banyak dengan support system seperti itu, yang paling banyak berperan untuk kita bangkit kembali tetap diri kita sendiri. support system yang memberikan motivasi dari luar, tapi dari dalam tetap diri kita sendiri. Bayangkan jika otak, perasaan yang kita miliki tidak mau menerima nasehat-nasehat dari sekeliling kita, mana ada kata bangkit kembali, biar keren kita pakek move on lah ya. Nggak harus cinta please. Jangan diartikan sempit, kita artikan secara luas, tapi jika kalian mengartikannya seperti itu no problem banyak kategori bisa masuk dalam satu tema yang kita bahas, tinggal nyocokin aja, silahkan! Yang penting kalian enjoy dulu.

Baca Juga: Penggunaan Bahasa Awkward di Kalangan Para Gamers

We must talk. It’s about ourselves, our feelings and our brain. Semuanya ada di diri kita. Mari mencoba berdamai dengan apa yang kita miliki: apa yang kita pikirkan; apa yang kita rasakan. Durasinya berapa? Setiap orang pasti punya prinsip sendiri mengenai hal ini, seberapa kuat kita dalam move on. Mau cepat? Mau lambat? Kita bisa mengaturnya sendiri, yang penting kita mau maju terlebih dahulu, this is the point. Kalo kita ingatannya susah, bisa cari jalan lain buat melancarkan aksi, nulis di buku, di kertas lusuh, di kertas yang nemu di tempat sampah, di laptop pokoknya di mana pun itu terserah kalian (asal nggak di dinding aja si, bisa gaswat haha) yang penting kalian lega, kalian tahu apa yang sedang terjadi. Nggak usah buru-buru, santai. Kalo bahasa Jawanya si, alon-alon seng penteng kelakon.

Karena, kadangkala komponen yang ada di diri kita tidak sejalan, kadang bisa menyimpang entah karena apa. Nah kalian kalo pas di posisi seperti ini pasti merasakan sensasinya. Seru, kan? Seru-seru gregret. Nggak apa-apa, kapan lagi otak kita diajak bekerja haha. Jangan panik yang pertama, tenangin diri kita sendiri. Tanamkan dalam diri, I can do it. The power of kata-kata! Kalian udah pernah ngalamin? Kalo ada yang belum pernah, coba ketika dalam masa sulit, masa down bilang aja ke diri kita sendiri, motivasi pikiran kita sendiri dengan apa yang ita ucapkan. And do it! The miracle of kata-kata menjadi jembatan awal untuk kita bangkit.
Selamat mencoba luv, semoga kalian semua baik-baik saja ^^ terima kasih sudah membaca, dan kemungkinan, semoga juga ada manfaatnya hehe. Selamat malam kembali.
.
.
Oleh : Fakhriyah (Mahasiswa Hobi Tidur Sambil Merem)

You may have missed