December 8, 2022

Usang

Lagi.
Sesekali kutampar pipiku.
Mata terpejam pejam menyimpan pilu.
Saat naluriku tak lagi terkendali.
Mendaki pada porsi yang tak pasti.
Bangun dari mimpi-mimpi usang kemarin hari.

Lagi.
Kususun bait-bait kumuh dalam benak.
Coba menyadari, sejauh ini kaki dan hati menanjak.
Di antara sejuta surat yang kulayangkan.
Tak kunjung tiba dalam pangkuan.
Kenyataan yang bertubi-tubi.
Memaksaku berpikir dua kali.
Untuk melakoni hal-hal tak penting lagi.

Lagi.
Dewasa ini, semakin merasa aku tak bersekolah, hati pun demikian.
Hanya uang bapak dan ragaku yang nampak bersekolah.
Demikian dan akan tiba, dimana rintik menjadi hujan lebat.
Menghanyutkan apa saja yang patut hanyut dari sebuah harapan.

Hilang.

.
.
.
Penulis: Bahr