October 5, 2022

Tiga Trik Mudah Ikhlas dan Istiqomah Ada dalam Diri

literaturcorner.com – Sebagai pemuda, terlebih seorang muslim atau muslimah maka patut mempunyai sifat ikhlas dan istiqomah dalam melakukan berbagai hal demi tercapainya hal di masa mendatang. Tapi, keadaan terkadang menyiksa diri untuk berpikir dua kali dalam melakukan perkerjaan, apalagi di era yang semakin hari semakin banyak desakan untuk memenuhi kebutuhan.

Keikhlasan seperti menjadi sebuah tantangan dalam upaya mensucikan jiwa. Maka ketika keikhlasan masih dipertanyakan, kata istiqomah pun akan ikut menyerang jiwa. Lantas bagaimana menyikapi hal tersebut di era seperti ini? Trik apa saja yang diperlukan dalam melakukan hal terbesar dalam hidup yang akan menjadi amal bagi setiap pelakon untuk merubah sifat buruk generasi-generasi selanjutnya, karena amal ini bukan untuk saat ini, tapi masa yang mungkin akan menjadi penolong bagi yang melakukan.

Luruskan Niat

Yang pertama, luruskan niat kembali, tata niat yang sebelumnya sudah ada untuk melakukan hal apa pun itu, bahkan ketika misal menjadi guru, keikhlasan harus ada demi masuknya ilmu untuk murid-muridnya. Mengenai gaji yang diperoleh, ia adalah sebuah imbalan dhohir bagi seorang guru. Sedangkan pahala yang mengalir selalu ada walaupun nanti jasad sudah tak ada, karena mungkin dari mereka yang diajar mengamalkan ilmu yang diberi. Hal tersebut menjadi amal jariyah bagi seseorang. Serahkan semuanya kepada yang di atas. Yang terpenting dari dalam diri sudah tertanam kata “lillahita’ala”

Memang tidak mudah untuk melakukan kata ikhlas, tapi ketika kemauan masih ada dalam diri seseorang, keyakinan akan selalu muncul dengan sendirinya, Dia yang akan menunjukkan jalan bagi hamba-Nya. Hanya butuh percaya dan berusaha melakukannya menjadi langkah awal bagi seseorang yang mau merubah stigma negatif dalam pikiran. Ketika setengah jalan melakukan hal tersebut, bagi pelakon akan menemukan hal yang terkadang tak terpikirkan di pikiran, sebuah keajaiban tersendiri.

Bukankah salah satu tujuan hidup yakni, bermanfaat bagi orang lain. Mari mencoba untuk menafsirkan kata tersebut. Semakin banyak kita menolong seseorang dalam hal kebaikan maka Allah akan mempermudah segala urusan hamba-Nya. Sebagai manusia yang perlu dilakukan untuk meluruskan niat hanya mencoba dan memahami keadaan. Dari mana kita mau melakukan suatu hal, jika niat saja tidak ada dalam diri.

Belajar dari Surat Al-ikhlas

Salah satu keajaiban dari al-qur’an seperti yang telah kita ketahui yakni, isinya mampu mengubah pikiran kita. Tapi kita tak akan bisa mengubah apa yang ada di dalamnya. Semakin kita memperdalam makna yang terkandung dalam al-qur’an, maka semakin hari kehidupan yang kita jalani akan begitu menyenangkan. Seperti halnya dalam surat al-ikhlas, hanya suratnya saja yang bernama al-ikhlas. Tapi apakah di dalamnya ada kata ikhlas? Seperti yang kita tahu, tidak ada kata ikhlas di dalamnya. Apa pun yang kita lakukan, untuk mengetahui kadar ikhlas itu sendiri hanya hati kita.

Masalah hati terkadang rumit, tapi bukankah kita sendiri yang membuatnya rumit? Hanya perihal apa dan bagaimana kita melakukannya hingga akan menemukan sebuah ketenangan dalam jiwa. Jika sebuah keikhlasan selalu tertanama dalam diri, maka apa pun yang dilakukan hanya semata karena-Nya. Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, karena daun itu tahu bahwa ia jatuh karena-Nya, sudah menjadi takdir-Nya. Karena mungkin di kemudian hari ada hal istimewa yang akan didapatkannya. Kita tidak tahu apa yang terjadi di masa yang akan datang.

Oleh karenanya, sebuah keikhlasan harus selalu ada, demi kelancaran di setiap apa yang dilakukan oleh pelakonnya. Imbal dari segala perbuatan yang kita lakukan akan berbalik kepada diri kita sendiri. Siapa yang menanam, maka ia yang akan menuai hasilnya. Semakin kita banyak berkontirbusi terhadap masyarakat, semakain banyak buah yang akan kita petik nantinya. Hanya butuh percaya.

Jadikan Rintangan sebagai Teman

Trik yang ketiga atau yang terakhir yang harus dilakukan adalah, bagaimana kita menata setiap perlakukan yang kita lakukan. Mendorong diri bahwa inilah yang terbaik. Bukan langsung, tapi ada proses. Hanya perlu menikmati proses yang terus-menerus dilakukan agar nantinya akan mendapatkan kata istiqomah dalam hal kebaikan. Kabarnya, ada hal yang selalu mencoba untuk meruntuhkan semangat kita dalam melakukan suatu pekerjaan, itu sudah pasti.

Tapi masih ada kabar baiknya, bahwa kita pasti bisa melewati itu semua. Seperti yang kita tahu, semua hal butuh yang namanya perjuangan. Mau lanjut apa stop di situ dan tidak akan mendapatkan sesuai apa yang diinginkan. Jadikan rintangan sebagai teman dekat kita. Hingga akhirnya rintangan itu akan bosan menyapa kita. Maka keistiqomahan dalam menjalankan visi dan misi kita terhadap masyarakat sesuai apa yang kita inginkan, baik melalui media atau pun secara langsung akan tercipta. Kita hanya perlu memulai saja.

Bagiamanapun cara yang ditempuh, jika tidak ada niat dalam melakukannya, maka akan sia-sia. Jika melakukan hal tapi belum ada keikhlasan dalam diri pun semuanya sia-sia. Tapi jika stop dan tidak mau mencoba malah lebih sia-sia. Semua keputusan kita yang menentukan.

.

.

Oleh: Fakhriyah