October 5, 2022

Teruntuk Gus Sholah

Kehilangan yang terulang.
Malam ini saya sedang dalam perjalanan menuju salah satu kota pahlawan sekaligus salah satu kota metropolitan yang terdapat di Jawa yaitu Surabaya. Saya berangkat dari kota Purbalingga setelah melewati beberapa acara hari ini, ya meskipun melelahkan tapi demi menjemput rezeki bagiku itu tidak masalah karena sebuah pencapaian membutuhkan pengorbanan.

Perjalanan menuju Surabaya akan ditempuh kurang lebih sekitar tujuh jam perjalanan menggunakan salah satu tranportasi yang lumayan nyaman untuk perjalanan jarak jauh yaitu kereta api. Setelah beberapa menit saya merasa ada sesuatu yang belum saya ketahui, setelah merasa demikian saya teringat bahwa hari ini saya belum membuka aplikasi Twitter untuk hari ini, maka tak menunggu lama langsung kubuka aplikasi tersebut dan ternyata ada sesuatu yang membuatku sekali lagi merasa kehilangan dan hal itu adalah berita tentang berpulangnya Alm. Gus Sholah dan perasaan ini sama seperti ketika Alm. Mbah maimun Zubair berpulang juga.

Beberapa bulan sebelum Mbah maimun Zubair berpulang aku pernah bertemu dengan beliau pada salah satu acara di Jakarta dan waktu berkesempatan untuk bisa mencium tangan beliau, awalnya kupikir itu adalah pertemuan pertama dengan beliau dan itu benar pertemuan itu adalah pertemuan pertama dan terakhirku bertemu dengan beliau, ketika waktu mendengar beliau telah berpulang aku merasa sangat kehilangan, beda halnya dengan Gus Sholah selama ini saya belum pernah bertemu dengan beliau tapi entah kenapa saya merasakan hal demikian.

Pada hal ini, hukum alam berlaku yaitu dimana ada pertemuan pasti akan ada perpisahan selamat jalan Gus Sholah, semoga amal jenengan diterima disisi Allah Gus, saya ada permintaan Gus jika jenengan bersedia saya nitip salam untuk Gus Dur ya Gus. selamat jalan Gus Solah.

انا لله وانا اليه راجعون
Salam ta’dhim saya, Gus.

.

.

Inong; Mahasiswa UNUSIA Jakarta.