October 5, 2022

Terbang Bersama Mimpi

Malam hari di pedesaan begitu sunyi, yang terdengar hanyalah daun yang tertiup oleh angin. Di jendela kamar terlihat sosok gadis cantik bernama Aletha yang sedang memikirkan sebuah kata yang sudah lama membuatnya gelisah, yaitu “MIMPI”. “Apa itu mimpi? Apakah hanya sekedar khayalan? Apa aku bisa menggapai mimpi?” pertanyaan itu sering terlintas dipikirannya. Aletha adalah gadis yang kurang percaya diri dan selalu ragu-ragu akan impiannya.

Kakek datang tiba-tiba membuyarkan pikiran Aletha. Hal yang selalu dikatakan oleh kakek setiap Aletha melamun adalah “setiap orang harus memiliki mimpi. Seseorang yang bermimpi akan terbang dengan sayap-sayapnya. Karena terbang itu bagaikan mimpi, semakin kita terbang tinggi maka semakin mudah kita menggapainya. Aletha gadis yang kuat dan cerdas, Aletha terlahir untuk terbang tinggi. Hidup Aletha adalah keindahan, maka teruslah bermimpi dan terbanglah bersama mimpi itu”. 20 tahun Aletha hidup bersama Kakek, namun sampai sekarang Aletha belum memahami arti dari kalimat yang kakek selalu katakana kepadanya.

Aletha mempunyai impian, yaitu sebagai penyanyi. Ia berharap apabila ia menjadi penyanyi, kelak ibunya akan mengenalinya. Jauh dalam benak Aletha, ia sangat merindukan ibunya yang meninggalkannya diusia yang masih sangat kecil. Ayah Aletha meninggal 8 tahun yang lalu, membuatnya sangat kesepian.

Di hari berikutnya, setelah pulang berjalan-jalan mengelilingi desa. Kakek memanggilnya untuk duduk menemaninya minum teh hangat. “nak, biar ku jelaskan apa yang selalu ku katakana padamu. Seseorang terlahir untuk terbang bersama mimpi. Terbanglah seperti kupu-kupu, kerjarlah impianmu seperti kupu-kupu yang melalui banyak proses untuk bisa terbang. Dan terbanglah bersama mimpi itu dan jangan biarkan sayapmu patah, maksudnya saat kamu sudah menggapai mimpimu jangan biarkan mimpi itu hilang. Setiap rasa sakit yang kamu rasakan, itu adalah untuk mempersiapkan hari dimana kamu akan terbang tinggi, seperti kupu-kupu”.

Baca Juga :Pembangkang Part V

Mendengar apa yang dikatakan Kakek membuatnya menangis. Ia hanya memeluk Kakek dan segera masuk ke kamarnya sampai perlahan-lahan ia tertidur. Dalam tidur ia bermimpi bahwa ayahnya datang menemuinya dengan berkata “kamu akan melalui masa yang sulit untuk bisa terbang. Maka dari itu kamu butuh keberanian, hilangkan keraguanmu. Ingatlah keberanian bukanlah tentang menghilangkan rasa takut, keberanian adalah tentang bagaimana kamu melawan rasa takut itu.”

Aletha terbangun dari tidur dan tersadar bahwa keraguan yang selalu ada dalam dirinya itu salah. Ia memantapkan pikirannya bahwa ia bisa melakukan apapun yang ia inginkan. Dan ia meyakinkan diri untuk tidak akan menyerah pada impiannya.

Aletha menuliskan sesuatu di kertas dan menempelkannya di dinding. Tulisan itu adalah “Namaku Aletha, aku mempunyai impian yang sangat tinggi. Bukan hanya membayangkan mimpi itu nyata, tetapi mengejar mimpi itu. Awalnya aku berpikir akan terjatuh, seperti kupu-kupu muda yang masih sulit untuk terbang. Tetapi satu persatu aku memulai, walaupun rasa takut itu terus datang tetapi aku terus berani. Aku percaya aku bisa terbang tinggi. Suatu hari aku bisa terbang ke langit bersama bersama kupu – kupu, menghentangkan sayapku dan terbang tinggi lebih bebas daripada semua orang.

Aku tidak akan takut dengan masa depan, dengan semua kemungkinan yang terjadi. Aku hanya ingin menjalaninya dengan senyuman. Akan aku tutup segala keraguan yang membuatku kesulitan”. Kini Aletha menjalani hari-harinya dengan penuh semangat, dengan didukung oleh Kakek.

Cerita pendek ini terinspirasi dari lagu berjudul “I” yang dinyanyikan oleh Taeyeon.
.
.
Oleh Thalia Anwar Shavira
Universitas Pamulang