October 5, 2022

Tarikan Tali Nasib

Sebelum ajal mendekat dan berkhianat mencengkram dari belakang, kusandangkan pedang lurus. Hampir lupa, sangatlah lupa tiba-tiba malam bisa terbenam. Layar merah terkibar. Mari kita putuskan kini di sini.

Tak perlu risau dengan rayuan ilusi. Kita tau kita beda.

Saat ini sang fajar tau dia tidur, bukankah dia akan kembali?

Isi gelas sepenuhnya! Lantas kosongkan!
Tembus jelajah dunia. Peluk kecup perempuan, tinggalkan kalau merayu.

Pilih kuda yang paling liar, pacu laju.

Pada waktu ini, hari ini sesekali aku berkata: Kita pada hakekatnya dilahirkan satu nama penderitaan dan kesetiaan.

Tarikan tali nasib menyeretku mengenai takdir.
.
.
.
.
Penulis: Ube Kacobu