October 5, 2022

Surat Untuk Ibunda

literaturcorner.com Ibunda tersayang, mohon maaf hari raya ini ananda tidak bisa pulang. Akibat Isyu Corona yang malang melintang, mengharuskan ananda lebih dahulu mendapatkan surat perizinan keluar-masuk ibu kota. Yang lebih penting daripada itu, ananda sedang berjuang memapankan masa depan. Semoga Minggu depan dan seterusnya ananda bisa mengirim rupiah untuk adik-adik di rumah. Nantilah, mungkin waktu libur akhir tahun atau sesudah berakhirnya Isyu virus ini, anada akan sempatkan untuk pulang menyambangi ibunda.

Ibu, kabar baik kah di sana?
Ataukah Corona sudah sampai ke telinga desa? Kemudian membuat masjid-masjid menjadi sepi seperti di ibu kota. Orang mengadakan pesta pernikahan dibubarkan dan didenda. Lalu tidak jelas pengalokasiannya itu untuk apa dan siapa. Jangan mengherankan hal itu ibu, demikian sudah biasa beragam cara mencari nafkah di Jakarta.

Sudah ibu, jangan khawatirkan ananda. Selama tidak keluar dari rumah dan berkerumunan, ananda akan selalu baik-baik saja. Begitu himbauan pak gubernur ibu kota. Bila saja dilanda sakit atau kurang duit, ananda juga akan diam saja tidak memberi tahu ibu. Dan pak RT di sini pun ramah, selama musim Corona setiap bulan kami ditanggung sembako dan bahan makanan lainnya.

Selamat hari raya idul Fitri ibu. Sungkem ananda berlinang air mata mendengar sesahutan takbir di malam ini.
Damai ibu, semoga selalu bahagia di barzahmu.
.
.

Baca Juga:Kenapa Tuan Memilih untuk tidak Pacaran?

Oleh: Rofiqul Hidayat (Mahasiswa UNUSIA)