Srikandi Yang Ku Kagumi

Srikandi Yang Ku Kagumi

“Srikandi, Aku Mengagumimu”

Itulah kata-kata yang masih aku simpan tak pernah aku ucapkan dengannya. rasa kurang percaya diri membuat kalimat itu selalu tersimpan, Diriku terasa berjalan di tempat tanpa ada kemajuan.

Ia adalah anak desa yang berkiprah di Ibu Kota, sipat dan keseharianya yang begitu ramah dermawan, pergaulanya juga tidak bisa diragukan. Banyak anak lelaki yang mengejar-ngejarnya dikala ia berproses di Salah satu Universitas sekitar Jakarta, dia terkenal cuek dan dingin terhadap urusan asmara.

Dari dua tahun yang lalu aku merasakan energi cinta yang sangat luar biasa didalam diriku. Aku hanya seorang pria yang penuh dengan kekurangan. Mencari cinta dari seorang gadis putri raja.
Awalnya, aku mengira hanya sekedar mengaguminya di dalam diam. Tetapi dengan berjalanya waktu rasa cinta itu mulai tumbuh, ketika aku mulai merasakan cinta itu, aku sempat mencoba mengalihkannya kepada orang lain, karena aku tau porsi diriku tidaklah pantas dimilikinya.

Aku sengaja mendekati seseorang untuk menghilangkan perasaanku, setelah melalui beberapa proses dan usaha akhirnya aku mendapatkan hati seseorang yang aku tergetkan itu dan berpacaran dengannya. Dua bulan berjalan aku mulai asik dengan kehidupanku bersama pacarku itu, aku sedikit lega dengan berkurangnya pikiranku terhadap srikandi itu. Tetapi, memasuki bulan ketiga perasaan lamaku terhadap srikandi itu kembali secara perlahan.

Aku mulai bosan dengan pacar baruku itu, setelah satu bulan penuh aku menahan rasa bosan dan jenuh akhirnya aku mengungkap semua yang aku rasakan, setelah melewati perundingan dengan pacar aku, akhirnya aku memutuskan mengakhiri hubungan yang penuh sandiwara itu, dan itu bertepan sebelum hari ulang tahunku ke 22.

Di hari ulang tahun ke 22 itu, aku komitmen dengan diriku untuk merubah semua kebiasaaan buruk yang sering aku lakukan, dan aku putuskan keluar dari zona nyaman. Tak semudah membalikan telapak tangan untuk merubah itu semua. Tetapi, dengan rasa percaya diri dan semangat yang begitu luar biasa akhirnya aku bisa menyesuaikan diri dengan zona yang baru.

Sejak hari ulang tahunku yang ke 22 tahun, aku juga membuat pernyataan dengan diriku agar bisa fokus memuja skrikadi itu sampai nantinya aku mendapatkan hatinya. Banyak teman-temanku bertanya padaku tentang rasa cintaku yang begitu dahsyat terhadap srikandi itu, jawabanku hanya satu “Itulah Takdirku” karena menurutku mencintai adalah takdir, mendengar itu teman-temanku hanya bisa tersenyum.

Selain tugas aku memuja srikandi itu aku juga bertugas menjadikan diriku pribadi yang lebih baik, Ketika nantinya srikandi itu bukan jodohku setidaknya aku sudah berhasil memperbaiki diriku.
.
.
Oleh: Irpan

Rizki MS

Rizki MS

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Open chat