October 5, 2022

SEMINAR KELUARGA MASLAHAH “Santri Unggul Berawal dari Keluarga Maslahah”

     Pengurus Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Ikut ambil peran dalam memperingati hari santri,dengan mengadakan seminar yang diagendakan langsung di gedung PBNU lantai 8.31/10/18.

Kegiatan yang dihadiri para narasumber hebat, muali dari Alissa Wahid, Najeela Shihab, dan tidak lupa ketua LKKNU Dra.Hj. Ida Fuziyah juga hadir dan mengungkapkan “LKKNI berkontribusi dengan melakukan seminar ini dengan konsep tujuan Keluarga Masalahah ini sudah melalui proses tabayun sangat penting sebagai Pondasi bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama. Membangun keluarga sebagai unit terkecil untuk kemajuan negara yang Maslahah, dengan memulai keluarga yang kecil. Keluarga yang sakinah, mawaddah, warahhmah, Juga harus dibangun kemaslahatan.” Dalam konteks hari santri, dengan dimulai dari keluarga yang Maslahah. Melahirkan Santri yang unggul pun harus dimulai dengan keluarga yang Masalahah. Anak-anak yang sholehah juga harus dimulai dengan keluarga.
“Dan semua itu menjadi cita-cita kita semua sebagai  negara yang Maslahah.”Pungkasnya. Hadir juga bapak sekjend PBNU Helmy Faishal Zaini yang mengasih pengarahan kepada ibu-ibu yang hadir .mengutip dari salah satu hadits ‘Ibu adalah sekolah yang paling utama  untuk pembentukan karakter  dalam madrasah’.Dengan dimulai dari keluarga yang Maslahah,yang nantinya menjadikan negara yang Maslahah, disamping itu masalah pendidikan juga,” Najeela Shihab “Paradigma, kalau mau sukses itu bukan cuma kesuksesan keluarga, melainkan keluarga kita semua  harus mendapatkan perhatian.”
    “Mencintai dengan lebih baik, dimana semua orang tua cinta pada keluarga, ada cinta yang baik, ada cinta yang buruk, dan ada cinta yang bahaya.Yang pada akhirnya harus tahu mencintai yang lebih baik,” ungkapnya.
“Semua orang mempunyai Emosi dan mengelola emosi itu modal utama, dalam keluarga itu bukan cuma curhat-curhat, tapi keasyikan, canda tawa yang harus lebih diperhatikan lagi.”Pesannya. Ibu Maria Ulfah mengungkapkan “Kemaslahatan tujuan syariat, dalam hal ini ada cara pandang, bahwa kemaslahatan itu bukan tidak hanya menjaga keburukan tapi menunjukkan kebaikan. Hal penting lagi menjaga Negara melahirkan kemaslahatan yang seluas-luasnya. Mampu mendatangkan kebaikan, sehingga keluarga tersebut bisa membawa kebaikan bagi keseluruhan.”