October 5, 2022

Pentingnya Mempertimbangkan Resiko Dalam Melakukan Proses Audit

literaturcorner.com Auditor merupakan orang yang mengaudit suatu laporan keuangan perusahaan. Dalam proses pengauditan tersebut bisaanya banyak sekali hal yang harus dipertimbangkan oleh seorang auditor untuk memberikan opininya terhadap laporan keuangan perusahaan yang di audit. Menurut jurnal (Suraida, 2005) Etika, kompetensi, pengalaman audit dan risiko audit berpengaruh terhadap skeptisisme profesional auditor baik secara parsial maupun secara simultan. Secara parsial pengaruh etika, kompetensi, pengalaman audit dan risiko audit terhadap skeptisisme profesional auditor kecil, namun secara simultan pengaruhnya cukup besar. yaitu sebesar 61%. Hal ini mengandung arti bahwa jika akuntan publik menegakan etika, memiliki kompetensi dan pengalaman audit serta merencanakan risiko audit dengan baik, maka tingkat skeptisisme profesional auditor akan semakin tinggi. Bisaanya Perusahaan yang mengalami kerugian akan menjadi pertimbangan auditor menilai risiko yang lebih tinggi karena mencerminkan kondisi perusahaan yang tidak baik. Proses audit dengan perusahaan yang mengalami kerugian akan berdampak pada banyaknya obyek audit yang dilakukan dan banyak terdapat masalah signifikan yang harus diperhatikan dalam mengaudit. Risiko audit tersebut menyebabkan auditor akan mencari perlindungan atas kemungkinan risiko dimasa depan seperti tuntutan hukum. Semakin tinggi risiko audit, contohnya perusahaan yang dihadapkan dengan kerugian, maka audit fee semakin meningkat (Yusica & Sulistyowati, 2020).

Dengan adanya hal-hal tersebut tentunya sebagai seorang auditor harus mempertimbangan resiko yang akan dihadapi ketika melakukan proses audit. Ada banyak sekali resiko yang dihadapi dalam proses pengauditan misalnya ada beberapa perusahaan yang masih mencampur transaksi perusahaan induk dan anak dengan transaksi yang digunakan untuk kepentingan pribadi padahal tidak seharusnya dana tersebut digunakan untuk transaksi pribadi, dalam hal ini auditor harus mampu menelaah serta mencari bukti-bukti yang relevan dan menerapkan sikap skeptisisme karena sikap ini sangat penting bagi seorang auditor supaya tidak mudah tertipu oleh laporan keuangan yang sengaja dimanipulasi. Dan sebagai auditor juga harus kompeten dibidangnya supaya mengetahui ketika adanya manipulasi laporan keuangan, sarannya ialah auditor harus bisa mengupgrade diri dengan cara ikut pelatihan yang bersertifikasi, memiliki pengalaman yang lebih dan mengupdate informasi seputar auditing.

Di luar negeri (AS) terjadi kasus Enron – Arthur Anderson; Word.Com – Arthur Anderson, Xerox dan Merck. Enron, perusahaan raksasa dibidang energi dengan omzet US $ 100 milyar pada tahun 2000, secara mendadak mengalami kebangkrutan dan meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31,2 milyar. Kasus tersebut melibatkan Arthur Anderson, salah satu dari big five Certified Public Accountant (CPA) firm, yang mengaudit laporan keuangan Enron. Bagaimana mereka sampai tidak mengetahui adanya material misstatement dalam laporan keuangan Enron selama bertahun-tahun. Apakah Arthur Anderson ikut terlibat merekayasa laporan keuangan Enron, karena Enron membayar fee sebesar US $ 52 juta pada Arthur Anderson pada tahun 2000, tidak hanya untuk jasa audit tetapi juga jasa konsultasi.

Sebetulnya fungsi auditor KAP adalah bukan hanya menentukan bahwa laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan SAK yang berlaku umum, tetapi juga memberikan gambaran yang objektif dan akurat kepada investor maupun kreditor mengenai apa yang terjadi di perusahaan. Dalam kedua hal ini Arthur Anderson dianggap gagal. Tindakan ini termasuk kedalam klien misstate yaitu klien melakukan penyimpangan dan Arthur Anderson tidak berintegritas ini merupakan tindakan yang dapat merugikan bagi para auditor karena Arthur Anderson telah mencoreng nama baik auditor dan akuntan public. Perilaku Arthur Anderson melanggar kode etik profesi auditor karena tidak berintegritas, sedangkan sebagai auditor harus berintegritas. Hal yang dapat dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan public kepada auditor dan akuntan public ialah dengan mempertegas peraturan yang berlaku, dan memberikan hukuman yang berat bagi pelanggar yang melakukannya.

Baca Juga : Kekurangan dan Kelebihan Sistem Keuangan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Selain itu ada juga resiko klien tidak kooperatif dengan sikap klien ini sebagai auditor harus tegas dan independent dalam mengahadapi klien seperti ini dan mempertimbangkan hal yang akan dilakukan dalam proses pengauditan supaya klien bersikap kooperatif. Namun jika klien tidak juga bersikap kooperatif auditor bisa langsung melaporkan kepada pihak yang berwenang, dan auditor juga berhak memberikan opini dari hasil audit tersebut.

Sangat penting sekali bagi auditor dalam mempertimbangkan resiko dalam proses pengauditan karena sebelum pengauditan dilakukan bisaanya auditor sudah melakukan rapat terlebih dahulu untuk merencanakan, dengan adanya kertas kerja supaya lebih terarah serta mengurangi resiko yang tidak diinginkan dalam proses pengauditan nantinya. Selain itu auditor harus menerapkan kode etik yang berlaku. Dengan menerapkan kode etik maka ketika mempertimbangkan resiko pada saat auditing hasil opini dari kegiatan tersebut dapat dipercaya dan relevan dengan bukti-bukti yang ada.

Penulis: Fiky Nadiyah
Program Studi: Akuntansi
Mahsiswi: Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia