October 5, 2022

Melankolis

Semenjak bulan terakhir di tahun 2018 orang yang meninggalkannya tidak lagi memberi kabar. Pesan terakhir yang ia ingat, “jangan lupa minum air yg banyak,” ujarnya waktu itu sebelum berada di stage perlombaan.

Sejak itu entah berapa banyak air mata terjatuh karenanya. Setiap hari dan bulan tiada henti mengharap kehadirannya kembali dan gadis itu pun gemar menyakiti perasaannya sendiri.

Mengunjungi laman instagramnya merupakan salah satu cara agar bisa mengetahui keadaannya, karena waktu itu si gadis belum bisa mengikhlaskannya.

Suatu hari gadis cantik itu mulai sadar bahwa sudah sangat lama terjebak dalam kecemasan yang seperti tak bertepi; terperangkap dalam jerat dan terkubur habis bersama luka-lukanya yang berkarat.

Dan hingga gadis itu menyadari bahwa selama ini ia hidup dengan segala prasangka tak baik. Hari ini, si gadis tak lagi melihat apa yang justru akan membuatnya terluka, mendengar apa yang akan membuatnya sakit.

Memang, ia pernah jatuh terlalu lama. Jika sekarang si gadis masih terluka oleh luka-luka yang lama dan tetap enggan melepaskan luka-luka itu, ia benar-benar akan terluka selamanya.

Jadi, ia melepaskan luka itu pelan-pelan; menjadikan luka itu sebagai pelajaran dan ia akan berhati-hati lagi.

Ia ikhlas dengan apa yang bukan takdirnya. Meskipun berat, ia harus tetap semangat.

Lihatlah, hari ini gadis cantik itu bisa bersyukur, semangat dan tersenyum karena dikelilingi orang-orang yang sayang denganya. Lihatlah, saat ia bersyukur, semangat dan senyum hari ini, ia tampak sangat cantik sekali.

.

.

Oleh: Devinta (Mahasiswi UINSA)