September 29, 2022

Masalahnya Bukan Masalah

literaturcorner.com – Masalahnya bukan masalah, tapi diri kita yang menjadikannya masalah. Bingung nggak? Kalau bingung, coba deh tarik napas, buang pelan-pelan. Lalu minum yakult dengan tagline, cintai ususmu, minum yakult tiap hari. Lalu apa hubungannya dengan masalah ya? Santai-santai, udah fresh pikirannya? Udah makan? Kurang peka apa gue nanya gini ke kalian, iya iya, tau ga ada yang nanya wkwkwk. Sudah ya candanya, kita lanjut ke pembahasan.

Sebelumnya mungkin tulisan ini tidak menggunakan bahasa Indonesia yang benar, buat asik-asik aja pokoknya mah, yang penting kalian seneng aja itu sepertinya lebih dari cukup, heuheu.

Kadang tuh ya, kita dapet masalah, abis itu seakan-akan masalah yang kita dapat paling berat sendiri, ga ada orang lain yang dapat masalah seperti ini, ataupun yang lebih berat dari yang kita alami. Apa emang iya? Kita bisa ngitung berat masalahnya? Kira-kira berapa kilo ya? Seberat timbangan tokoh yang masih tradisional itu? Wkwkw terus kita kok bisa yang mengasumsi masalahnya seberat itu? Ini nih yang akan kita bahas, klasik aja kali ya, yang penting enjoy…

Kenapa kita ga berpikir gini, toh jalan pasti ada ujungnya, masalah pun seperti itu, pasti ada ujungnya. Malah diberi jalan sama Allah untuk menyelesaikan masalah. Kurang apa coba kita punya Tuhan yang super baik sama hamba-Nya. Sudah diberi masalah, diberi pula jalan keluarnya. Nah point penting di sini tuh ini, apakah kita mampu memaknai masalah? Bisa jadi, diri kita yang memang menjadi masalah. Masalahnya, ga mau berpikir lain, ga mau mencari sisi lainnya, hanya berpatok pada apa yang di depan. Padahal Allah itu pasti mempunyai sesuatu yang luwarrrr biasa yang diberikan di balik masalah yang kita alami. Sekali lagi, kurang baik apa lagi Allah sama kita? Kita aja yang kadang ga tau dri.

Misalnya ni ya, apa kalian seorang mahasiswa? Apa seorang yang sedang bekerja? Atau bisa jadi orang yang lagi menjalani rumah tangga. Semuanya pasti mempunyai masalah, sudah pasti. Kita ambil sampel mahasiswa aja kali ya, heuheu… Dapet tugas dari Dosen yang sangat banyak sekaliiiiiiii… Entah ini banyaknya seberapa, pokoknya pokok banyak, intinya inti banyak lah ya, baru dapet tugas eh udah ngelu, aku banget ini mah wkwkwk ini ni yang harus diperbaiki, lakuin aja, toh jika kita kembali lagi, itu juga atas izin Allah, udah diatur sama Allah. Yang perlu kita lakuin, kerjain pelan-pelan, ga bisa? Ya tanya sama yang bisa, malu bertanya, sesat di jalan. Wah bener sekali ini. Ga setuju? Gapapa.

Nata hati, niat, pelan-pelan, lalu lakuin, pas udah selesai tugasnya, pasti akan menemukan hal baru, wah ternyata ini ya, wah ternyata lumayan gampang kalo ngerti. Dari sini, kita akan menyimpulkan, salah satu hikmahnya kita dapat ilmu baru lagi dari yang katanya masalah. Eh ternyata masalah mendatangkan hal baru. Kata siapa masalah selalu masalah, yang bikin masalah berarti diri kita sendiri. Dari sini, selamat menikmati masalah~

Tulisan ini untuk orang yang suka becanda, ga terlalu serius tapi serius pada waktunya. Tapi boleh juga si buat di luar kriteria di atas, siapa tau pas buka eh kecanto. Selamat menikmati guyssss, semoga ada manfaatnya.
.
.
.
.

Written by Fakhriyah (Mahasiswi Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Diponegoro)

You may have missed