December 8, 2022

Manusia Copy Paste

literaturcorner.com Menirukan sesuatu yang positif dari orang lain, sering membuat hati kita kecanduan untuk turut mengikutinya.

Tergolong orang yang mudah percaya pada hal yang sebelumnya kita ketahui, menurut banyak orang termasuk orang yang ‘tidak punya pendirian’. Artinya kita sebenarnya dituntut untuk mempunyai prinsip hidup sendiri, mempunyai visi misi dalam hidup. Tapi, bukan begitu kita tidak harus mempercayai orang yang sudah kita percaya dalam menjalani prinsip hidup.

Sebut saja ‘guru’ tanpa tanda jasa. Mereka sama sekali tidak memikirkan bagaimana semua muridnya harus taat pada aturannya, taat pada semua perintahnya. Melainkan guru cuma mengharapkan suatu kepercayaan atas didih kasihnya selama dianggap menjadi guru. Sebagai orang yang ingin menginginkan masa depannya tercapai dengan suatu usaha yang tidak sia – sia, perantara gurulah kita belajar banyak tentang kepribadian, tanggung jawab, dan jujur bahwa hidup bukan sekedar menjalin tantangan demi tantangan. Tapi bagaimana kita bisa mencontoh dan meniru atas tantangan dan problem hidup sosok guru kita yang sudah dilewatinya bertahun-tahun dengan tidaklah mudah.

Dan pada akhirnya kita bisa termotivasi untuk menirunya, mencontohnya dan mencoba untuk memotivasi diri kita sendiri untuk mencoba mencari sebanyak – banyak pengalaman, pengetahuan, suatu hal baru. dan dibuktikan dengan memberi contoh positif bagi orang lain. Artinya, apa yang sudah kita perbuat adalah salah satu benih dari tanggung jawab kita sebagai manusia yang masih mencari jati diri untuk mencapai kesuksesan.

Dan mungkin kepribadian seorang guru tidak bisa disamaratakan, seperti aku dan kamu, aku suka susu kamu suka kopi, ehh jadinya kopi susu.. .. Heheh.

Baca Juga : Aku Tidak Tahu, Bagaimana Ibuku Dibesarkan

Karena itulah hidup yang kita jalani seperti “Copy Paste”. Kita menyadari apa yang pernah kita lakukan adalah buah dari pengalaman guru, dosen, teman atau bisa cerita mantan yang sudah kita dengar.

Kita mencoba evaluasi dan melaporkan pada diri sendiri. Bahwa melakukan copy paste adalah hal yang juga bisa dikatakan manarik. This is the best way.

Bukan berarti ‘copy paste’ selalu diartikan jelek. Artinya kita bisa belajar hal baik maupun buruk kita melihat dari orang lain, lalu kita meniru. Itu juga namanya copy paste.

Memang dalam dunia perkuliahan ‘copy paste’ selalu dikatakan hal yang buruk. Dan bisa dibilang mahasiswa yang “miskin” akan pengetahuan, bisa-bisa makalah kita disobek kalau ketahuan copy paste. Dan lebih sakitnya lagi kita disuruh buat makalah lagi. Aduh….Please read your own life. Before evaluating the other people.

Belajar sedikit dari orang yang lebih dari kita secara ‘pengetahun’ akan lebih baik dari pada belajar dari orang yang selalu menyatakan dan menyuruh orang lain tanpa dia memberi contoh hal yang baik pada orang yang dia suruh.

Anda bukan bost dalam sebuah organisasi, dan anda juga bukan termasuk orang yang disebut pemimpin, but pemimpin adalah orang yang bisa memberi contoh bukan cuma memberi komentar. Yang bisa memberi kemanfaataan bukan cuma menyarankan. Yang bisa mencontohkan bukan cuma menceritakan.

Dan mari kita belajar menjadi orang yang biasa biasa saja, tapi mempunyai keinginan menjadi orang yang luar biasa dengan bermodal copy paste.

Apa susahnya mengucapkan kata ‘ingin’. Yes, I want to be… Yaa, aku ingin jadi…