April 18, 2024

Lawan Hukum

Saat manusia memegang bunga itu dan berusaha bertahan hidup, manusia akan jatuh dari tebing dan mati. Bunga keji yang ditanam oleh mereka yang berkuasa, itulah hukum

Beberapa hal atas lahirnya manusia seperti mendapatkan hak, keterbatasannya bukan karena memihak, pertumbuhannya didikan akhlak, diharapkan dan terus didoakan berbudi luhur kelak.

Proses demi potongan ajaran, penerapan, pemahaman, keahlian, kebijaksanaan diolahnya menjadi data.

Menusia bisa memilih antara melakukan teknik analisis lewat validasi data atau takdir Sang Kuasa. Bahkan kedua tadi masih banyak deretan teori sampai menjadikan suatu hukum.

Bunga mungkin terlihat indah dari jauh, tetapi saat manusia mendekat, mereka tumbuh di tepi tebing. Saat manusia memegang bunga itu dan berusaha bertahan hidup, manusia akan jatuh dari tebing dan mati. Bunga keji yang ditanam oleh mereka yang berkuasa, itulah hukum.

Kata “melawan” mungkin tidak tepat pada judul tulisan ini. Begitu pula diberi judul “hukum” porsi adil tiap manusia diwarnai oleh ragamnya latar. Lawan hukum adalah tajuk yang paling tepat untuk menggambarkan betapa perputaran kehidupan yang manusia harus jalani akan bermakna miliaran kebijakan juga gani akan relasi kekuasaan.

.
.
.
.

Penulis: Marilien