October 5, 2022

Kongres PMI tidak Sekedar Hanya Memilih Ketua Umum

literaturcorner.com Kongres Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke–XX yang digelar di Balikpapan pada 17–20 Maret 2021 hendaknya memiliki sense of concern and empathy terhadap situasi pandemi Covid-19, agar pelaksanaannya berjalan sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Jangan sampai konggres molor. Tanggal 20 Maret harus selesai. Tepat waktu adalah tanggung-jawab moral dan bagian dari pendewasaan. “Kita tunjukkan ke publik bahwa PMII bisa ber-kongres secara arif di tengah situasi pandemi,” jelas Muhammad Ulul Azmi.

Ulul Azmi sebagai ketua pengurus cabang PMII Jakarta Barat ini, berharap peserta agar menjadikan kongres sebagai arena adu gagasan yang bernas dan orisinil. Jadi, bukan adu otot yang bertele-tele, apalagi sampai adu kekuatan uang (money politic) saat sesi pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar PMII.
Dia mengingatkan kongres PMII bukan sekedar seremonial memilih Ketum PB PMII.

Baca Juga:Peserta Kongres PMII Dibubarkan Paksa oleh Aparat Kepolisian

“Tetapi bagaimana benar-benar bisa melahirkan konsep dan gagasan baru untuk menjawab tantangan masa depan yang dihadapi bangsa, serta kelangsungan generasi muda di tengah landscape kehidupan yang berubah secara cepat,” tegas Ulul Azmi.

Pola kehidupan berbangsa di dunia sudah berubah secara ekstrim, bersamaan dengan kecepatan informasi dan tranformasi digital, sehingga persoalan dan tantangan yang dihadapi juga berubah.
PMII jangan stagnan terjebak pola lama. Harus mampu menterjemahkan tantangan ke depan secara cerdas, mampu melahirkan kader–kader berwawasan global, profesional, memiliki kompetensi di berbagai bidang, serta punya kapasitas adequate leadership atau kepemimpinan yang memadai.

“Jangan melulu berkutat urusan politik, bidang lainnya juga harus digarap,” harapnya.
Ia juga meminta kepada badan penyelenggara kongres agar segera melaksanakan jadwal sesuai dengan jadwal yang sudah terkonsep sebelumnya.

“Sampai saat inipun belum ada kejelasan dari panitia mengenai jadwal yang pasti”, jelasnya.

Penulis : Irgi Nur Fadil