October 5, 2022

Kita Bisa Melawan Keraguan

literaturcorner.com – Menjadi orang yang dipercaya di lingkungan sekitar menjadi sangat penting. Ketika kita menjadi orang yang diperlukan dalam kepentingan apapun. Artinya ketika kita menjadi orang yang diandalkan dalam ranah sosial, kita harus memiliki kemampuan percaya diri yang kuat untuk menjadi modal utama dalam bertutur kata yang baik dan bisa dipercaya dengan mudah.

Kelihatannya mudah sekali dalam melakukan sesuatu keinginan untuk menjadi yang terbaik agar bisa menjadi pedoman banyak orang. Tinggal kita sering tampil dalam lingkungannya, sering aktif berbicara di depan umum dengan memunculkan kejutan-kejutan hal baru, pasti akan menjadi perbedaan tersendiri dan dipandang paling beda.

Perlakuan baik atau buruk itu yang bisa menilai hanyalah orang lain,” begitulah kata orang-orang sekitar saya. Memang betul ‘melek kepribadian’ itu penting bagi kita semua terutama diri kita sendiri. Dengan begitu kita harus sering berinteraksi dengan dunia panggung sosial, entah dengan cara kita duduk bersama sambil berbincang mengenai apa yang terjadi saat itu.

Kita ambil contoh saja pada realitasnya, waktu yang tepat untuk menemukan hal baru anak muda zaman sekarang, ya dengan berkumpul depan kampus ditemani kopi, teh ataupun yang lain. ‘Yang penting kita semua bisa berkumpul, bisa saling berpendapat dalam melawan satu masalah dan dipecahkan dengan cara menyatukan semua pendapat, dijadikan satu untuk diambil inti sarinya, yakni kesepakatan diatas kebahagiaan’ artinya semuanya bisa muncul dalam sekali duduk bersila dengan ditemani itu (kapal kopi), dan tidak ketinggalan satu lagi yakni rokok. Sebab “kopi dan rokok harus bisa disatukan dalam satu wadah yang sama, seperti halnya aku dan kamu yang nantinya akan menjadi KITA.”

Salah satu dosen saya pernah berkata, “Jangan sampai cuma belajar di mimbar akademisi saja. Belajarlah juga dengan fakultas kehidupan & belajar dari lingkungan sekitar  juga penting. Karena kita semua adalah makhluk sosial.

Pernyataan yang menjadikan saya lebih termotivasi bahwa kehidupan akademis untuk mengasah otak kita, bukan cuma dalam lingkup kampus saja melainkan di luar juga berpengaruh.

Kembali lagi ke awal. Keraguan untuk mengungkapkan bahwa itu benar menurut hati nurani kita bisa menjadi pendamping awal itu bisa lebih percaya pada diri sendiri. Karna pada sejatinya yang akan menentukan kebaikan maupun kejelekan hati kita sendiri dengan dikendalikan oleh pola pikir. Tapi, keraguan itu terkadang bisa tiba-tiba muncul dengan sendirinya. Contoh saja, ketika kita sudah percaya bahwa jodoh kita A, tapi dengan berjalannya waktu rasa kepercayaan kita semakin luntur ditelan waktu.

Mungkin langkah awal untuk menghadapinya, kita semua harus lebih percaya lagi dalam melawan relalitas ini. Sebab dalam kehidupan  ada yang namanya proses, semuanya tidak ada yang instan. Maka dari itu kita harus lebih bersabar dalam mengambil keputusan, jangan cuma mengandalkan satu pikiran saja,satu pandangan saja, alangkah baiknya kita menata niat terlebih dahulu, baru setelah itu mencari pendapat orang lain, bagaimana langkah yang terbaik. Karena hidup bukan cuma untuk sesaat mencari kebahagiaan, tapi “how do we find a way for that happiness  to come.

Setelah itu, kita harus lebih percaya lagi dalam menyaring kehidupan ini dengan langkah yang pelan dan pasti. Dalam artian setiap kita mengambil langkah ke depan, kalau masih dalam keadaan belum percaya pada diri sendiri, lebih baiknya kamu harus bisa mengandalkan teman baikmu untuk mencari solusi yang tepat. Apakah ini sudah benar? Apakah langkah ini sudah cocok untukku? Apakah yang aku jalani ini sudah pasti akan terjadi kedepannya? Tanyakan semuanya kepada teman yang mungkin sudah kamu anggap sebagai keluarga tersebut. Dan semoga saja jawabnya bisa lebih meyakinkanmu dalam menghadapi pahitnya hidup ini.

Perlu diingat lagi! Sering datangnya keraguan bukan malah menjadikan semakin bingung dalam mengambil keputusan, malah juga menjadikan kita semakin lebih optimis dalam mengambil satu sikap, artinya semakin sering datang kebingungan semakin banyak kebingungan itu muncul, dengan begitu akal semakin bekerja dalam menentukan mana yang jalan yang terbaik bagi kita semua.

Semoga dengan adanya keraguan, kita semua semakin banyak mendapatkan sesuatu yang berbeda, yang bermanfaat bagi diri kita sendiri dan lingkungan sekitar. Amin, amin, amin.

#tanparaguhiduptidakterasaterbebani.

(Baca Juga Just Do It)