December 8, 2022

Kecintaan Akan NU, Orasi Ilmiah Guru Besar IAIN Pekalongan Bahas Jihad NU Melawan Perubahan Iklim

literaturcorner.com Pekalongan (12/3) – Institut Agama Islam Negeri Pekalongan (IAIN) Pekalongan mengukuhkan Prof. Dr. Maghfur, M.Ag sebagai guru besar dalam bidang Studi Islam. Maghfur menyampaikan orasi ilmiah dengan judul Jihad Melawan Perubahan Iklim: Agama, Negara, dan Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia. Pengangkatan tema ini merupakan bentuk keprihatinan akan kondisi bumi akibat dari pemanasan global dan perubahan iklim.

Dalam pembukaannya Prof. Maghfur mengungkapkan terdapat ancaman bagi umat manusia yang lebih berbahaya dari virus Covid-19 yang kini sedang terjadi yakni perubahan iklim dan krisis ekologis. “Harapannya ada kontribusi pemikiran yang bisa disumbangkan untuk menginspirasi mengatasi pemanasan global dan perubahan iklim. Sehingga bumi dan lingkungan hidup yang kita tempati tetap terjaga. Bumi tempat berpijak adalah instrumen penting untuk mewujudkan tujuan bersyariat Islam,” jelas Maghfur.

Lebih lanjut “Apa yang saya sampaikan dalam pidato ini merupakan bantahan terhadap paham dari banyak ilmuwan yang menganggap kerusakan lingkungan yang sekarang terjadi disebabkan oleh doktrin keagamaan” papar Maghfur. Lebih lanjut ia menambahkan bahwa paham tersebut dapat dibantah baik dari sisi teologis, maupun empiris.

Terdapat hubungan saling mempengaruhi antara perilaku kehidupan umat manusia dengan kondisi alam lingkungan. Kualitas lingkungan hidup sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan umat manusia. Karena itu, tanggungjawab menjaga dan melestarikan lingkungan hidup menyatu dengan tanggungjawab manusia sebagai makhluk Allah yang bertugas memakmurkan bumi. Oleh karenanya, manusia berperan dalam menjaga keseimbangan (mizan).

Baca Juga : HILANGNYA CHECK AND BALANCE DI NEGRI DEMOKRASI

Kebijakan negara dan program-program ekologi yang dipraktikkan oleh NU melalui Lembang Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim merupakan modal sosial penting dan kunci dalam perang melawan perubahan iklim di Indonesia. Jihad kaum nahdliyin terhadap lingkungan merupakan bagian maqasid syariah. Selain mitigasi dan adaptasi terhadap kondisi lingkungan dalam melawan perubahan iklim perlu dalam tahap selanjutnya perlu adanya pengarus utamaan literasi dan ekologi lingkungan.

Rektor IAIN Pekalongan, Dr. Zaenal Mustaqim dalam sambutanya mengungkapkan kajian fiqh al bi’ah yang lahir dari kader NU semoga dapat memberikan kontribusi real bagi kultur akademik di IAIN Pekalongan.

Gagasan Prof maghfur yang tumbuh dan besar dilingkungan NU merupakan bentuk respon dan kepedulian terhadap masalah-masalah sosial terkait denga perubahan iklim dan lingkungan. Islam sebagai agama Rahmatan lil ‘Alamin harus bisa ikut hadir dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih serta lestari demi terwujudnya kemaslahatan umat.