July 23, 2024

Ingin meneladani Nabi muahmmad S.A.W,  Pondok pendawa gelar kegiatan Isra’ dan Mi’raj

literaturcorner.com Pondok Pesantren Entrepreneurship Pemuda dan Mahasiswa (Pondok Pendawa) menggelar peringatan Isra Mi’raj, pada Sabtu(11/3/2023).

Kegiatan kali ini mengangkat tema “Isra’ dan Mi’raj Sebagai Momentum Untuk Membangun Generasi Muda yang Dapat Memakmurkan Masjid”.

Dalam sambutannya ketua panitia Umrah Zalsabila menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengingat untuk para santri dan Santriwati  untuk selalu  menghidupkan Masjid.

“Kami mengambil tema tersebut berharap agar nanti ketika para Santri sudah balik ke kampung masing-masing bisa meramaikan Masjid ataupun Mushola terdekatnya dengan berbagai macam kegiatan yang bermanfaat. “, tutur Umrah.

Peringatan Isra’ Mi’raj merupakan kegiatan rutin Pondok Pendawa dari tahun ke tahunnya, sebagai media pengingat kepada seluruh Santri akan kebenaran suatu peristiwa besar Isra’ dan Mi’raj yang wajib diyakini seluruh umat Islam.

Pada kegiatan Isra Mi’raj kali ini, BESM Pondok Pendawa mengundang tokoh NU K.H Mujib Qulyubi M.H yang merupakan Katib Syuriah PBNU 2015-2020, untuk menyampaikan Mau’idhoh Hasanah.
KH. Mujib Qulyubi mengatakan bahwa sebentar lagi umat islam akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, beliau tak lupa berpesan agar kita senatiasa mencari dan memperbanyak amal kebaikan di bulan yang penuh berkah.

“Alhamdulillah sekarang sudah tanggal 18 sya’ban, tinggal 11 hari lagi Insya Allah kita akan berpuasa Ramadhan selama 30 hari, carilah amal sebanyak-banyaknya. Bulan Rajab waktu kita untuk menanam, sedangkan waktu sya’ban waktunya kita untuk menyiram dan, pada bulan Ramadhan waktunya kita untuk memanen. Oleh karena itu, beramal lah dengan sebanyak-banyaknya. Karena apa yang kita tanam itu yang kita panen.” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, beliau juga menyampaikan Hadits Nabi bahwa selama 30 hari hendaknya kita dapat memperbanyak sedekah, memberi makan kepada sesama.
“Siapa yang memberikan buka puasa kepada orang yang berpuasa, akan diampuni segala dosanya. Dan dia mendapatkan pahalanya orang yang berpuasa, tidak sedikit pun dikurangi. Pada saat Nabi mengatakan itu, para sahabat mengatakan bahwa tidak semua orang bisa melakukannya. Rasulullah tetap mengatakan bahwa, apapun bentuk rezekimu, mau dia kecil ataupun besar nilainya mungkin amat sangat berharga bagi yang lain.” tambahnya

Ulama NU ini juga mempertegas bahwa Nabi Muhammad S.A.W. memberikan tuntunan kepada hambanya pada bulan Ramadhan agar senantiasa memperbanyak membaca wirid.

“kita mengenal dua ajaran kepada sesama, yakni orang hidup mengajarkan kepada yang meninggal, dan do’a orang yang meninggal mengajarkan kepada orang yang hidup. Yang dimaksud orang hidup mengajarkan kepada yang meninggal yakni talqin. Sedangkan orang yang telah meninggal mengajarkan kepada kita  disebut haul.”

Dalam kesempatan kali ini, beliau juga mengajak umat Islam  tidak menunda-nunda kesempatan untuk melakukan hal-hal baik dalam kehidupan kita.

“Jadi, persiapkan diri kita selama kita masih sehat, masih bugar, galilah amal kebaikan sebanyak mungkin selama bulan Ramadhan nanti.”

Alhamdulillah peringatan Isra’ Mi’raj tersebut diberikan kelancaran dan penuh khidmat, walaupun sebelum acara dimulai hunjan sempat turun membasahi sebagian tempat acara.

Penulis : Nurliani, Mahasiswa Hukum UNUSIA/Santriwati Pondok Pendawa