October 5, 2022

Merugikan Atau Menguntungkan Realitas?

Keistimewaan dalam sebuah organisasi itu akan terlihat dari keunggulan, atau perbedaaan yang akan bisa memajukan orang-orang yang ada di dalam organisasi tersebut. Sesuai dengan kegiatan-kegiatan yang sudah dirancang, disusun dengan seperinci mungkin agar bisa terlaksana dengan saksama. Kesalahan atau ketidaksuaian itu sudah pasti ada dalam menyusun sebuah konsep dimana ditengah-tengah kita menghadapi semua itu. Ada juga yang berjalan lancar lantaran orang yang diberi amanah bisa menyesuaiakn diri dengan waktu, dalam artian  “cekatan dalam menghadapi konsep yang sudah ia susun, konsisten pada waktu yang ada,”. Dan siapa tahu aja dia ‘takut pada dosa’.

“Menanam itu lebih muda dari pada merawatnya,” kata yang sering kita jumpai dikalanagan anak muda zaman sekarang. Dan apalagi dalam sebuah organisasi  mahasiswa. Mungkin semua orang sudah faham apa maksud yang sebenarnya dengan sesuai realitas yang pernah dialami. Dan saya mencoba untuk menafsirkan sesuai pengalaman yang tengah tenggelam ditelan waktu. Semangat itu sudah pasti dimiliki setiap jiwa manusia. Tapi, yang menjadi sebuah permasalahan adalah salahnya menempatkan semangat tersebut dalam hal yang tidak menguntungkan untuk masa depannnya. Begitupun menanam rasa percaya diri dalam menyatukan pada lingkungan itu, agar semangat semakin mengebuh dengan menyesuakain realitas yang ada. Biar timbal balik keuntungan itu ada.
Sebelum menanam, setiap orang pasti akan mengharapkan hasil apa yang telah ditanamnya tersebut. Tapi, namanya juga kehidupan pasti ada yang disebut dengan rintangan, dimana itu tidak mudah untuk mengahadapinya tergantung pada arah hati berkata.   “merugikan atau menguntungkan,”. Merugikan jika kita dalam sebuah organisasi tersebut tidak bisa memberi apa yang kita punyai, yang mana agar bisa saling membagi ilmu yang kita miliki, memanfaatkan apa yang ada dalam sebuah oranisasi tersebut dengan sebaik mungkin, turut aktif membangun agar bisa berkembang sesuai yang diharapkan. Disampinhg itu, orang yang ‘waras akal’ sehatnya pasti mengaharapkan keuntungan yang bisa membawanya pada arah masa depan yang cerah akan kebahagian dirinya dan orang lain, ‘kesenangan bukan kesengsaraan yang tertunda’. Tergantung bisa tidaknya kita mengambil sebanyak-banyaknya ilmu yang ada dalam organisasi tersebut. Contohnya saja mengikuti sebaik mungkin acara  yang sudah disediakan oleh organisasi, turut serta membantu untuk mengedepankan nilai-nilai dalam organisasi, turut berkontribusi dalam ikut serta memajukan organiasasi. yaaah, meskipun semua itu tidak mudah, setidaknya ada niat dan tekad.
“Hal yang mudah itu akan timbul ketika ada rasa cinta yang melekat,” pungkas teman saya. Mulailah dengan cinta akan segala hal, begitu juga rasa sayang akan organisasi yang menjadikanmu bertambahnya pengetahuan. Adanya cinta itu bermula dari kebiasaaan menyukai hal yang tidak kamu sukai, rasa paksa harus lebih ditekankan untuk melawannya.


Memang benar apa yang pernah dikatakan oleh Bapak Habibie, Presiden Indonesia ke-3 bahwa “cinta tidak berupa tatapan satu sama lain, tetapi memandang keluar bersama ke arah yang sama” artinya  ada hal yang paling penting dalam berbicara tentang cinta yakni melangkah bersama-sama mewujudkan mimpi yang ingin di capai. Dengan begitu kalau sudah ada tujuan dan harapan yang diinginkan, pastinya ada berapa-pun halangan yang akan menghadang akan selalu ia terjang dan hadapi secara bersama. Sebab dengan kebersamaain itulah, yang nantinya kita sendiri akan mengetahui titik kesalahan dan kekurangan pada jati diri kita.

Khabib,Mahasiswa UNUSIA, jurusan Teknik