October 5, 2022

Gombalisasi

literaturcorner.com – Manusia merupakan social human, menurut beberapa pakar sosial. Mereka membutuhkan manusia lain. Sebagian dari makhluk yang bernama manusia akan dengan siap menjawab apabila suatu saat ditanya oleh wartawan, orang kepo, orang aneh yang enggak jelas bahkan anak mereka sendiri, “apakah manusia bisa hidup seorang diri?” Mereka mungkin akan menjawab dengan santai, “tentu tidak bisa”. Atau manusia yang keras kepala akan menjawabnya dengan melibatkan urat nadi di lehernya sampai orang yang bertanya berlari terpontang-panting dengan jawaban, “tentu saja tidak bisa, goblok!”.

Dari jumlah manusia yang kian hari makin banyak ini, ada beberapa orang terdahulu yang begitu penasaran bukan main sampai melakukan eksperimen, bisa dikatakan sangat ekstrim yaitu mencoba hidup sendiri di hutan selama beberapa bulan. Dia akhirnya mengakui betul kalau manusia yang fana itu tak sanggup dengan hanya tidur, makan, buang air, lari-lari sendirian, kemudian kembali lagi ke rutinitas boring tersebut dan berbagai bentuk aktivitas lainnya.

Setidaknya itu dilakukan oleh seorang pria zaman manusia tak kenal cebong dan kampret. Lalu, bagaimana kalau yang melakukan eksperimen itu adalah wanita-wanita zaman gombalisasi ini? yang katanya makhluk jenis ini (wanita) tak akan pernah berhenti bicara selama dua puluh empat jam apabila hatinya sedang berbunga-bunga. Kalau saya dikasih kesempatan untuk bertemu dengan alm. Khairil Anwar saat ini kemudian menceritakan perihal wanita zaman gombalisasi yang melakukan isolasi, mungkin beliau akan bilang, “mampus kau dikoyak-koyak lintah dan cebong”.

Maka dari itu, semakin berkembangnya kesadaran manusia akan pentingnya hidup bersama manusia lainnya, tingkah dan perilakunya pun kian aneh. Salah satu contoh hal aneh yang manusia lakukan di zaman instastory ini adalah Pacaran. Beberapa dari makhluk-makhluk ini akan berdalih dengan, “aku tak bisa hidup tanpamu”. Seandainya para emak-emak mendengar anaknya mengatakan hal itu di depan kekasihnya, mesti sejak lahir tak akan pernah dikasih muncul batang hidungnya di dunia ini.

Pacaran adalah kegiatan menjalin sebuah ikatan antar laki-laki dan perempuan atas asas cinta. Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan hal aneh ini adalah selalu ada buat dia. Selalu ada waktu buat dia. Mengingat tanggal lahirnya dan merayakan hari ulang tanggal lahirnya, kalau tidak, siap-siap untuk tak menerima chat selama seminggu. Berusaha menyukai apa yang dia suka walaupun kita sangat jijik dengan apa yang dia suka. Ada istilah baru lagi yang perlu diingat atau upacara manusia pacaran yaitu Malam Mingguan.
Malam mingguan adalah malam bagi kedua pasangan kekasih bertemu, jalan-jalan setelah sekian lama tak bertatap muka (padahal enam hari). Mereka hanya melakukan tatap teks lewat pesan setiap detik tanpa henti bahkan setiap melakukan sesuatu harus lapor dulu, seprti halnya habis melakukan acara Makrab terus dibuatin Surat Pertanggungjawaban atas kegiatan tersebut. Memang aneh manusia zaman tik tok ini. Dalam upacara malam mingguan ini mereka harus mengumpulkan uang sejak hari senin agar supaya modal dalam upacara tersebut diberkati dewa cinta dan tentunya, lancar.

Menilik dari kegiatan orang pacaran tersebut, justru ada beberapa jenis manusia yang paling kreatif, inovatif, superhuman, bebas, kuat dan cool, manusia-manusia pacaran biasa memanggilnya dengan manusia Jomblo. Tetapi, menurut pandangan mereka, manusia Jomblo adalah sebaliknya, mereka tak punya ikatan cinta antar sesama jenis karena tidak laku, katanya. Mereka ini dalam beberapa sumber instastory, menyebut mereka adalah manusia yang berada di bawah manusia pacaran, derajat manusia pacaran lebih tinggi dari pada manusia Jomblo. Dari sini kita tahu bahwa feodalisme di Indonesia masih berkembang biak tanpa disadari. Namun, hal ini dibantah keras oleh Jombloer Abdul Aziz, dalam status media sosial yang bernama WhatsApp pernah mengatakan kalau jomblo itu adalah justru sebuah kesempatan dan peluang besar sebelum ditangkap oleh api asrama, eh, asmara maksudnya. Dia menganggap kalau manusia pacaran itu adalah mereka yang terjebak dalam ikatan yang tak membuatnya menjadi manusia bebas. Maka pada suatu waktu, Aziz membuat suatu slogan yang sangat kontroversial dan sangat ekstrim yakni, “Jomblo Mah bebas”. Sebagian dari manusia pacaran bahkan merasa tergetar hatinya, lebih-lebih mereka yang lagi tengah berantam dengan kekasihnya. Slogan tersebut mendapat komentar pedas dan super pahit dari beberapa instansi manusia pacaran. Ada yang bilang dengan komentar menggelitik seperti, “syirik amat lu jadi jomblo”.

Karena dihadapkan dengan beberapa agenda, Aziz tak ingin buang-buang waktu melakukan hal aneh (pacaran) tersebut. Justru Dia menghabiskan waktunya berdagang agar suatu saat, hati para kaum wanita tak perlu didapat dengan hanya melakukan ritual malam mingguan, tapi cukup dengan satu kali kalimat serah terima saat ijab qabul.

Terinspirasi dari status: Abdul Aziz.
Tulisan kontroversial. Khusunya bagi yang pacaran. Wkwkwk. Mohon maaf apabila ada salah kata. Ampureeeee🙏🙏