July 23, 2024

Gelar Konferensi Internasional Agama, Perdamaian, dan Peradaban, Waketum MUI : Bhineka Tunggal Ika Menyatukan Keberagaman Indonesia

literaturcorner.com JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Konferensi Internasional tentang agama, perdamaian dan peradaban di Hotel Sultan Jakarta pada 21–23 Mei 2023.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kiai Marsudi Syuhud berbagi tentang kehidupan bangsa indonesia yang tetap hidup berdampingan dengan damai meskipun terdiri dari keberagaman suku, ras dan agama.

“Dalam forum ini kami akan berbagi pengalaman hidup bersama di antara orang-orang yang berbeda agama di Indonesia yang bersumber dari semboyan bangsa Indonesia ‘Bhineka Tunggal Ika’ “,ungkap beliau (21/5/23).

Indonesia adalah negara multiras, multietnis, dan multikultural di dunia. Indonesia adalah negara yang begitu besar dan berwarna dalam kehidupan bermasyarakat, tentu tidak mudah untuk menjadikan Indonesia aman, nyaman, harmonis, dan saling menghargai.

Namun, Kiai Marsudi juga menuturkan, dengan bersandar pada semboyan negara, yaitu ‘Bhineka Tunggal Ika’, maka Indonesia dapat bertahan hingga saat ini dengan aman dan damai.

“Dengan semangat “Bhinneka Tunggal Ika” kita dapat mempersatukan lebih dari 700 bahasa daerah menjadi satu bahasa yaitu Bahasa Indonesia. Dengan semangat “Bhineka Tunggal Ika”, kita dapat mempersatukan 1.340 suku bangsa menjadi satu bangsa, yaitu Bangsa Indonesia. Dengan Semangat Bhineka Tunggal Ika, kita dapat menyatukan 16.771 pulau di Indonesia menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

“Dengan nilai Bhineka Tunggal Ika لكم دينكم dapat mempersatukan pemeluk berbagai agama di Indonesia, Islam 86,70%, Kristen 10,72% (Protestan 7,60%, Katolik 3,12%), Hindu 1,74%, Budha 0,77% Khonghucu 0,03% dan Lainnya 0,04 % . Dan nilai Bhineka Tunggal Ika bisa menyatukan ke-4 negara terpadat di dunia dengan jumlah penduduk 270.203.917 pada tahun 2020, dan negara paling Muslim di dunia, dengan lebih dari 230 juta penganut,” tuturnya menambahkan.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kiai Marsudi Syuhud memaparkan tujuan dan harapannya dalam pelaksanaan konferensi internasional ini.

Pertama, untuk mengkaji dan berbagi ajaran nilai-nilai agama yang dianut Indonesia untuk hidup bersama dengan damai sebagai satu bangsa.

Kedua, saling menjaga dalam hidup berdampingan secara berkesinambungan, sehingga tercipta kehidupan yang rukun, saling menghormati, saling memahami, dan hidup bersama secara damai untuk mencapai kehidupan yang berbudaya dan Bangsa yang beradab.

Ketiga, mencari dan mencoba menemukan model serta strategi untuk menghadapi tantangan bersama di Era Globalisasi guna meminimalkan dan menghentikan perpecahan, permusuhan antar agama, konflik atas nama agama dan sekaligus mengembangkan model pengajaran moderasi beragama yang sesuai dan sesuai dengan ajaran nilai agama kita masing-masing.

(Dhea Oktaviana)