October 5, 2022

Kepribadian K*nt*l

literaturcorner.com – Daya tarik yang besar dari etika kepribadian adalah adanya semacam cara yang cepat dan mudah untuk mencapai kehidupan yang berkualitas; keefektifan pribadi dan hubungan yang kaya dan mendalam dengan orang lain tanpa menjalani proses alami berupa kerja dan pertumbuhan yang memungkinkan terjadinya itu semua.

Etika kepribadian menyesatkan dan menipu. Berusaha mendapatkan hasil yang berkualitas tinggi dengan teknik-tekniknya dan perbaikan cepat adalah sama efektifnya dengan berusaha untuk tiba di suatu tempat di Bima dengan menggunakan peta Detroit..

Dalam kata-kata Erich Fromm, seorang pengamat yang cerdas tentang akar dan buah dari etika kepribadian:

Sekarang ini kita menjumpai individu yang berperilaku seperti manusia yang bergerak otomatis, yang tidak tahu atau tidak mengerti dirinya sendiri, dan satu-satunya orang yang dikenalnya adalah orang seperti yang seharusnya dia menjadi, yang obrolan tanpa maknanya telah menggantikan percakapan yang komunikatif, yang senyum sintetis nya telah menggantikan tawa yang asli, dan yang perasaan putus asanya yang menjemukan telah menggantikan tempat rasa nyeri yang asli. Dua pernyataan dapat disampaikan sehubungan dengan individu ini. Satu adalah bahwa ia menderita kerusakan spontanitas dan individualitas yang kelihatannya tidak dapat disembuhkan. Sekaligus dapat dikatakan tentangnya bahwa ia pada dasarnya tidak berbeda dengan jutaan orang seperti kita yang berjalan di atas muka bumi

Di dalam semua kehidupan ada tahap-tahap berurutan dalam pertumbuhan dan perkembangan. Seorang anak belajar untuk berguling, duduk, merangkak, dan kemudian berjalan dan berlari. Tiap tahap adalah penting dan masing-masing membutuhkan waktu. Tidak ada tahap yang dapat dilewati begitu saja.

Ini berlaku di dalam semua fase kehidupan, di dalam semua bidang perkembangan, entah itu belajar bermain piano atau berkomunikasi secara efektif dengan rekan sekerja. Ini berlaku pada individu, dalam perkawinan, dalam keluarga, dan dalam organisasi. Kita mengetahui dan menerima fakta atau prinsip dari proses ini di dalam bidang benda-benda fisik, tetapi untuk memahaminya di dalam bidang emosional, di dalam hubungan manusia, dan bahkan di dalam bidang karakter pribadi adalah kurang lazim dan lebih sulit.

Walaupun kita memahaminya, untuk menerimanya dan hidup selaras dengannya bahkan lebih tidak lazim dan lebih sulit lagi. Akibatnya, kita kadang mencari jalan pintas, berharap dapat melompati beberapa langkah vital ini untuk menghemat waktu dan tenaga dan tetap meraih hasil yang diinginkan.

Akan tetapi apa yang terjadi ketika kita berusaha memintas suatu proses yang alami di dalam pertumbuhan dan perkembangan kita?

Bagaimana jika anda ingin membuat teman anda percaya bahwa anda dapat bermain gitar pada tingkat konser sementara kemampuan anda yang sebenarnya sekarang adalah tingkat pemula?

Jawaban nya jelas. Sama sekali tidak mungkin untuk melanggar, mengabaikan, atau memintas proses perkembangan ini. Ini berlawanan dengan alam, dan berusaha menggunakan jalan pintas seperti ini hanya mengakibatkan kekecewaan dan frustasi.

Tolong berhenti membuat duplikat di dalam citra kalian atau mengukur berdasarkan harapan sosial..!!!!

Saya tidak ingin memanipulasi diri saya secara baik dan positif menjadi cetakan sosial yang dapat diterima. Saya tidak ingin mencetak etika kepribadian yang jelas manipulatif, bahkan menipu menggunakan teknik-teknik untuk membuat orang lain menyukai saya. Atau berpura-pura tertarik akan hobi orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Menggunakan teknik mudah dan cepat ini (etika kepribadian) mungkin berhasil dalam situasi jangka pendek. Akan tetapi, ciri sekunder saja tidak mempunyai manfaat permanen dalam hubungan jangka panjang.

Perubahan etika karakter ke etika kepribadian telah menjauhkan kita dari akar yang memberi makan keberhasilan dan kebahagiaan sejati.

.

.

Oleh: Ube Kacobu (Soul Rebels)