October 5, 2022

CETAK KADER YANG BERINTEGRITAS DAN MILITANSI, PK PMII UNUSIA B GELAR PKD

literaturcorner.com Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Nadhatul Ulama Indonesia B (UNUSIA) menggelar kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) ke-VI.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu bertempat di Villa Joglo Desa candali, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor sejak Kamis sampai minggu (3-6 februari 2022).

Kegiatan PKD tersebut mengambil tema ‘Implantation the values of loyality and militancy in order to from mujahid who are commited and integrited’, serta diikuti oleh belasan peserta yang berasal dari berbagai Komisariat (kampus). Tidak hanya dari mahasiswa komisariat UNUSIA saja akan tetapi ada dari berbagai seperti komisariat UIKA, IAIN LA ROIBA, dan STEI MBI.

Munirudin selaku ketua pelaksana mengatakan, kegiatan itu juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai dengan anjuran Pemerintah. Peserta kegiatan harus dalam kondisi sehat. Bagi yang dalam kondisi kurang sehat, tidak diperkenankan mengikuti jalannya kegiatan.

“Panitia pun juga seperti itu, harus menerapkan protokol kesehatan. Meskipun mereka sudah divaksin semua, ancaman Covid-19 itu masih ada,” kata Mahasiswa semester akhir Unusia itu.

Diharapkan setelah kegiatan itu, kata dia, bisa memperkuat dan menjadi kader PMII untuk berkomitmen menjaga nilai-nilai pergerakan mahasiswa yang nantinya akan diterapkan di lingkungan kampus maupun kehidupan bermasyarakat.

“Mereka nantinya juga harus memiliki pemikiran yang kritis dan transformatif dalam berorganisasi maupun bersosial di masyarakat,” lanjutnya saat sambutan di saat setelah selsai pembaiatan peserta PKD.
Sementara itu, Ketua Komisariat PMII UNUSIA B, M. Tiflu dzaki mengungkapkan, setelah mengikuti jalannya PKD, secara resmi para peserta PKD telah menjadi kader PMII, bukan lagi menjadi seorang anggota.

“Saat menjadi seorang kader, mereka harus mempunyai loyalitas yang tinggi terhadap organisasi. Harus berkorban demi PMII dalam situasi dan kondisi apapun,” ungkapnya.

Penulis : Rajab Ahirulah