September 29, 2022

Bedah Buku & Temu Penulis

Acara yang dilaksanakan oleh Wahdi Foundation, Jakarta yang bertujuan berbagi pengalaman dan pengetahuan, dalam misi berbagi pengalaman. Cerita tentang pengalaman hidup, di luar negeri, dan sebagai penyemangat hidup.10/11/2018. Para penulis yang sudah mempuni dalam bidangnya juga turut hadir.

Ibu Safira Machrusah ‘Keynote Speech’ yang sekarang menjabat sebagai Duta Besar di Aljazair mengungkapkan “Banyak hal yang seharusnya kita lakukan sekarang untuk lebih semakin mendekatkan diri kepada tuhan, bisa dikatakan sebagai evaluasi diri kita sendiri.”

“Saya menulis pengalaman ketika berjibaku dalam menghadapi kehidupan, mereka semua (Para narasumber) telah melakukan keberanian. Semuanya akan menjadi mudah jika kalian setelah baca buku ini semuanya, terutama untuk mereka yang keluar dari domain. Mengutip dari salah satu hadits ‘yakinilah ketika kita  mempunyai  kehendak, percayalah, Allah swt akan memberi jalan’. “Ungkapnya.

Kesempatan itu ada, dan harus dilakukan dengan keberanian.

“Jangan sampai cuma belajar dimimbar akademis saja. Belajarlah juga dengan fakultas kehidupan. Belajar dari lingkungan juga penting. Karena kita semua adalah makhluk sosial,” Pesannya.

Bapak Ahmad Suaedy “Ombudsman RI”
“Pergulatan dalam semua buku ini ada yang membahagiakan dan ada yang menyedihkan. Kita semua bisa belajar ke luar negeri, belajar sambil berpetualang. Sangat penting untuk belajar ke luar negeri dan melakukan riset untuk depannya.” ucapnya.

Menulis itu sesuatu yang penting, Yang saya tulis itu semua  mengenai konflik, sebab jarang sekali bangsa Indonesia sendiri memahami konflik yang terjadi  di Asia. ” Pesannya

Bapak Yanuardi Syukur (University Khairun)
“Dimanapun kita berada kita akan jadi orang, dan banyak hal didunia ini yang tidak bisa ditentukan dengan cuma satu arah saja.”

Ibu Sitta Rosdaniah (Kementerian BUMN)
Khursus Bahasa terlebih dahulu, pentingnya network (jaringan) menjadi modal utama dalam menempuh mencari beasiswa ke luar negeri. hobi saya kumpul-kumpul, dan Jangan pernah putus asa,” Ungkapnya.

Ibu Melati (Iniator Neng Kuola)
Mengungkapkan “Jangan khawatir untuk mengambil resiko, mungkin hal seperti itulah yang akan menjadikan keberuntungan kita.

Bapak Achmad Tohe (univ negeri malang)
“Buku yang saya tulis ini mengenai Santri, yang mana membangkitkan tradisi literasi pesantren, Santri tidak harus  selalu menjadi objek yang diwakili.” Ujarnya
Kekayaan spritulitas dalam lingkungan pesantren. Yang menjadi heran! Sampai sekarang masih belum ada pandangan negatif tentang pesantren,
“Tradisi menulis sudah ada di lingkup pesantren , hanya saja  kematiannya dalam
mengungkapkan pendapat yang masih kurang.”
“Santri yang aktif menulis ketika keluar dalam kuliah. Ketika menulis harus punya model tertentu. Sebab menulis itu jawaban manusia abadi,” Pesan beliau kepada para generasi milenial.

You may have missed