December 8, 2022

Aku Bersama Luka Hancur Lalu Tumbuh Kembang

Luka begitu kental. Rasa yang begitu kental di dalam jiwa, sekental segumpal darah yang telah mendarah daging.

Luka dan luka. Luka datang bertamu menyapa luka, mengetuk pintu luka. Luka tak sabar ingin mengabarkan dan memberikan kabar gembira yang luka kepada luka..

Kadang kala, acap kali saat luka datang bertamu, rasanya tak sanggup untuk menyuguhinya..
Luka brengsek, datang tidak diundang, lagi-lagi brengsek tidak pernah cukup dengan satu suguhan..

Bayang-bayang luka kembali datang mengetuk pintu luka memberikan sebuah kabar yang luka sekaligus kabar yang gembira, bahwa penerima luka telah bertumbuh kembang.

Luka. Luka tidak melulu melukai atau hanya sekedar datang untuk memberikan luka.

.
.
.
Oleh: Sulaiman Nabiyan Ali (Mahasiswa Unusia)